A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Division by zero

Filename: public/Readmore.php

Line Number: 37

Backtrace:

File: /home/smpd1229/public_html/application/controllers/public/Readmore.php
Line: 37
Function: _error_handler

File: /home/smpd1229/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Penerapan Kurikulum 2013 pada Awal Tahun Pelajaran 2014/2015 | SMP NEGERI 5 KEBUMEN

SMP NEGERI 5 KEBUMEN

Jalan Pahlawan No. 122 Kebumen Propinsi Jawa Tengah

"Membangun Generasi Yang Cerdas, Spiritual, Emosional & Intelektual"

Penerapan Kurikulum 2013 pada Awal Tahun Pelajaran 2014/2015

Kamis, 14 Agustus 2014 ~ Oleh Admin SMP Negeri 5 Kebumen ~ Dilihat 328 Kali

"

Jakarta, Kemdikbud --- Pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar (KBM) pada tahun ajaran baru 2014/2015 telah dimulai serentak pada hari Senin, 4 Agustus 2014. Bagaimana kesiapan pelaksanaan KBM pada awal tahun pelajaran ini? Apakah Kurikulum 2013 sudah dapat dilaksanakan secara serentak pada tahun pelajaran ini?

Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Ibnu Hamad menyampaikan, pelaksanaan Kurikulum 2013 dilaksanakan menggunakan buku Kurikulum 2013 di dalam proses belajar mengajar di kelas.  Dia menyebutkan, pendistribusian buku-buku Kurikulum 2013 sudah mencapai 70% untuk rata-rata nasional. “Diharapkan pada 15 Agustus 2014 pengiriman buku sudah merata ke seluruh Indonesia,” katanya pada talkshow yang disiarkan langsung oleh Radio KBR 68 H di Gedung Perpustakaan Kemendikbud, Jakarta, Rabu (13/08) pagi.

Ibnu menjelaskan, guru-guru telah mendapatkan pelatihan Kurikulum 2013. Bagi sekolah yang belum mendapatkan buku Kurikulum 2013, kata dia, mereka dapat mengunduh di laman belajar.kemdikbud.go.id. “Strategi pembelajaran yang dikembangkan yaitu pembelajaran aktif dan berpusat pada siswa untuk mendorong keterampilan siswa,” katanya.

Liza Maylinda, mahasiswi Universitas Muhammadiyah Jakarta, peserta talkshow menanyakan tentang siswa yang diminta tetap masuk sekolah pada hari Sabtu. Ibnu menjelaskan, penambahan jam pelajaran dilakukan secara distributif. Dia mencontohkan, penambahan lima jam mata pelajaran maka setiap hari ditambahkan satu jam. “Bagi yang biasanya pulang pukul 11.45 akan pulang pukul 12.45. Kalau dikelola dengan baik maka hari Sabtu bisa tidak masuk,” katanya.

Menurut Ibnu,  filosofi Kurikulum 2013 tujuannya menambah volume pengetahuan peserta didik dan pembentukan sikap. Akhirnya, kata dia, untuk mencapai hal itu maka jumlah jam belajar ditambah. “Ada penambahan jam belajar siswa-siswi rata-rata empat jam untuk sekolah dasar, sedangkan smp dan sma hingga lima jam dalam seminggu. Satu jam belajar hanya 45 menit,” katanya.

Kurikulum 2013. lanjut Ibnu, mengajak siswa-siswi untuk lebih kreatif dan aktif mencari informasi. Sumber informasi, kata dia, diperoleh dari internet atau media lainnya selain didapatkan dari guru-gurunya. “Aspek penilaian otentik menjadi salah satu bagian penilaian dalam prestasi siswa-siswi,” katanya. (Nurul/Adrie/Agung SW)

"

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT